Senin, 30 Mei 2011

Contoh Makalah Pengantar Bisnis

BISNIS INDUSTRI GARMEN KREATIF

MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas Mata kuliah Pengantar Bisnis


DISUSUN OLEH :

Rinda Rahmawati Sumirat           : 10610007















UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA
FAKULTAS EKONOMI
MANAJEMEN
CIANJUR
2011






KATA PENGANTAR

            Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan Makalah ini yang berjudul.Bisnis Industri Garmen Kreatif”. Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas matakuliah “Pengantar Bisnis” .
Meskipun dalam penyusunan makalah ini penulis banyak menemukan hambatan dan kesulitan, tetapi karena motivasi dan dorongan dari berbagai pihak makalah ini dapat terselesaikan.
Penulis menyadari bahwa pada penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan sumbang saran dan keritik dari semua pihak yang membaca makalah ini yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Harapan penulis semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya. Tidak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas dukungannya sehingga terwujudnya makalah ini.
                                                                                                               Cianjur, 31 Maret 2011


                                                                                                                          Penulis         

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR                                                                                 
DAFTAR ISI                                                                                                 

BAB   I  PENDAHULUAN                                                                         

1.1.       Latar Belakang                                                                   
1.2.       Identifikasi Maslah                                                            
1.3.       Rumusan Masalah                                                            
1.4.       Tujuan                                                                                                         
BAB II PEMBAHASAN                                                                              
            2.1.    Pengertian Bisnis                                                                
            2.2.   Tujuan Bisnis                                                                          
2.3.    Fungsi Bisnis                                                                        
2.4.    Elemen-elemen Dalam Sistem Bisnis                              
2.5.    Aspek Pasar dan Pemasaran                                            
2.6.    Aspek Teknis dan teknologis                                             
2.7.    Aspek Manajemen dan Operasional                                

BAB III PENUTUP                                                                                
3.1    Kesimpulan                                                                                                                                                                       
DAFTAR PUSTAKA                                                                                  

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
            Sejarah kebangkitan industri modern dimulai pada tahun 1820-1830 atau sering disebut dengan revolusi industri. Kebangkitan ini mengakibatkan berkembangnya penemuan-penemuan baru dibidang teknologi, seperti pembangunan proses produksi sampai penggunaan computer. Dampak lebih lanjut dari perkembangan teknologi ini adalah perkembangan organisasi dan kegiatan bisnis di tahun 1990-an. Dengan demikian konsep persaingan juga ikut berubah. Sementara pada periode sebelum 1990-an persaingan merupakan kegiatan pembuatan produk sebanyak-banyaknya atau lebih dikenal dengan periode produksi masal, strategi kegiatan produksi lebih ditunjukan kearah internal perusahaan yang bertujuan untuk memperoleh efisiensi produksi. Baik preferensi manajerial, perilaku maupun persepsi, semuanya berorentasi ke mental produksi. Dari asfek politik, strategi bisnis seperti ini memerlukan proteksi secara ketat terhadap serangan dari luar.
            Pada abad 21 dimana masing-masing Negara di planet bumi ini sudah tidak memiliki batas ruang dan waktu, kecenderungan orientasi bisnis akan berubah. Jika sebelumnya produsen dapat memaksakan kehendaknya kepada konsumen, maka yang terjadi selanjutnya adalah kebalikannya: konsumenlah yang justru memaksakan kehendaknya kepada produsen. Investasi mengalir ketempat yang paling menguntungkan. produsen dipaksa untuk membuat produk yang sesuai dengan nilai dan keinginan konsumen. Dengan demikian sangat terbukalah persaingan yang positif bagi persaingan usaha. Dan membuka peluang bagi usaha kecil untuk lebih berkembang. Dan sehingga perusahaan kecil sangat penting bagi kestabilan perekonomian Negara karena usaha kecil dinegara kita, paska krisis ekonomi 1998 ternyata mampu menyerap sumber daya manusia 99,4% dan sumbangan pada PDB 59,3%.
            Kedudukan dari usaha kecil di tengah-tengah kehidupan dunia usaha telah mendapat tempat yang mantap, banyak menyerap tenaga kerja, ikut melancarkan perekonomian Negara, dan mampu hidup berdampingan dan menopang perusahaan besar. Usaha kecil juga bersifat lincah dan mampu hidup disela-sela perusahaan besar dengan strategi membuat produk yang unik dan khusus sehingga tidak menghadapi perusahaan besar sebagai pesaing.
Jenis usaha kecil dan menengah merupakan usaha yang mampu menggerakan perekonomian Indonesia itu tercermin disaat krisis global yang melanda ampir sebagian Negara-negara didunia, banyak perusahaan yang besar gulung tikar karena krisis global tersebut. Tetapi untuk usaha kecil krisis tersebut kurang terasa mengganggu kelangsungan usaha, itu terbukti dari badan pusat statistik 2010 yang menyatakan bahwa jenis usaha kecil dan menengah mengalami pertumbuhan sekitar 10 sampai 15% di Indonesia. Semua itu tidak terlepas dari program pemerintah yang sekarang lebih mengutamakan kepada sektor reel yaitu usaha kecil dan menengah dengan program seperti KUR, KUKM, KSM dsb.
Dikabupaten cianjur sendiri jenis usaha kecil dibidang industri garmen tumbuh subur, dan itu membuat daya saing menjadi leih kompleks. Kebutuhan konsumtif masyarakat akan meninggi karena daya beli masyarakat dapat terpenuhi dengan berbagai macam mode yang trendi dan juga haraga lebih ekonomis, masyarakat lebih tertarik membeli atau memesan produk dalam negeri yang kualitas produknya mampu bersaing dengan produk-produk ternama. Oleh sebab itu peluang bisnis dibidang jasa industri garmen sangat bagus prospek kedepannya.

1.2.      Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latar belakang diatas telah jelas masalah yang akan dihadapi oleh industri garmen disaat krisis global yang melanda ampir sebagian Negara-negara didunia, banyak perusahaan yang besar gulung tikar karena krisis global tersebut. Tetapi untuk usaha kecil dibidang industri garmen krisis tersebut kurang terasa mengganggu kelangsungan usaha, itu terbukti dari badan pusat statistik 2010 yang menyatakan bahwa jenis usaha kecil dan menengah dibidang industri garmen mengalami pertumbuhan sekitar 10 sampai 15% di Indonesia.
Jenis usaha kecil dibidang industri garmen tumbuh subur, dan itu membuat daya saing menjadi leih kompleks. Kebutuhan konsumtif masyarakat akan meninggi karena daya beli masyarakat dapat terpenuhi dengan berbagai macam mode yang trendi dan juga haraga lebih ekonomis, masyarakat lebih tertarik membeli atau memesan produk dalam negeri yang kualitas produknya mampu bersaing dengan produk-produk ternama.

1.3. Rumusan masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini yaitu :
  1. Apakah pengertian bisnis?
  2. Apakah Tujuan Bisnis?
  3. Apakah Fungsi Bisnis?
4.    Apakah Aspek Pasar Dan Pemasaran Bisnis?

1.4. Tujuan

            Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
1. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengantar Bisnis
2.    Untuk mengetahui pengertian bisnis
3.    Untuk mengetahui funsi bisnis
4.    Untuk mengetahui aspek pasar dan pemasaran bisnis


BAB II
PEMBAHASAN

2.1.   Pengertian Bisnis
        Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba sebesar-besarnya. Secara historis, bisnis berasal dari kata business yang berasal dari kata dasar busy yang berarti “sibuk”. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.  Dalam ekonomi kapatalis, kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya.
         Secara Etimologi, bisnis adalah keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Secara luas, bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang ( organisasi) yang menciptakan nilai melalui penciptaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan keuntungan yang maksimum melalui transakasi. Ada beberapa definisi bisnis dari beberapa tokoh diantaranya :
a.    Menurut Brown dan Petrello : “ Business is an institution which produces goods and services demanded by people”, yang berarti bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat sambil memperoleh laba. ( 1976)
b.   Menurut Steinford : “ Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”,yang berarti bisnis sebagai aktivitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. (1979)
c.   Menurut Griffin dan Ebert : “ Business is an organization that provides goods or services in order toearn provit”, yang berarti bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang dan jasa dan bertujuan untuk menghasilkan profit ( laba). (1996)
d.   Menurut Hughes dan Kapoor : “ Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies needs. The general term business refer to all such efforts within a society or within an industry”, yang berarti bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri.
e.   Menurut Allan Afuah : Bisnis adalah sekumpulan aktivitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara menggembangkan dan mentransformasikan berbagai sumber daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen. (2004)
f.    Menurut Glos, Steade dan Lowry: Bisnis merupakan jumlah seluruh kegiatan yan diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.
g.   Menurut Musselman dan Jackson: Bisnis merupakan suatu aktivitas yang memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis masyarakat dan perusahaan diorganisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.



2.2. Tujuan Bisnis
            Dalam berbisnis atau berwirausaha ,berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen yaitu berupa barang dan jasa. Sedangkan, tujuan dari perusahaan adalah mendapatkan laba maksimum, yakni suatu imbalan yang diperoleh oleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi para konsumen.

2.3. Fungsi Bisnis
 Bisnis mempunyai fungsi menurut tokoh dan fungsi dalam mikro dan makro, yakni:
Menurut Steinhoff (1979:17), fungsi yang dilakukan oleh aktivitas bisnis dapat    dikelompokkan ke dalam tiga fungsi dasar, yaitu :
1.   Acquiring Raw Materials ( memperoleh bahan baku)
       Dalam membuat roti kita memerlukan tepung terigu untuk membuatnya, membuat lemari kita juga memerlukan kayu untuk membuatnya, dan dalam membuat buku tulis kita memerlukan dahan untuk membuatnya.
2.   Manufacturing Raw Materials into products
Setelah bahan baku yang kita peroleh nanti akan diolah menjadi sebuah produk. Misalnya :  Dalam membuat roti, tepung terigu diubah menjadi roti dengan berbagai rasa.
3.   Distributing Products to Consumers
Produk yang dihasilkan lalu di distribusikan kepada konsumen.


2.4.  Elemen-elemen dalam sistem bisnis
Elemen dalam sistem bisnis terdiri dari empat, yaitu :
1.  Modal (Capital)
Sejumlah uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan bisnis yaitu transaksi.
2.  Bahan-bahan (Materials)
Faktor produksi yang diperlukan dalam melaksanakan aktifitas bisnis untuk diolah dan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
3. Sumber Daya Manusia ( SDM)
Kualifikasi SDM, yakni memiliki kemampuan kompetitif dan berkualitas tinggi.
4.  Keterampilan Manajemen ( Management Skill)
Sistem manajemen yang dijalankan berdasarkan prosedur dan tata kerja manajemen.

2.5. Aspek Pasar Dan Pemasaran
Pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai factor social, budaya, politik,ekonomi, dan manajerial. Akibat pengaruh berbagai factor tersebut adalah masing-masing individu maupun kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan dengan menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk yang menawarkan komoiditas.Pasar merupakan orang atau sekumpulan orang dan atau organisasi yang mempunyai kebutuhan serta keinginan yang dapat dipenuhi lewat transaksi jual beli (William G. Nickels, p. 76).
Pemasaran merupakan suatu kegiatan yang mengusahakan agar produk yang dipasarkan itu dapat diterima dan disenangi oleh pasar (Indriyo; 2000)
Hakikat Pemasaran
Jika kita melakukan tinjauan baik itu secara ekonomi maupun secara pemasaran, maka kita akan memperoleh beberapa aspek yang sama yaitu:
a.    Pasar terdiri dari sekumpulan orang atau organisasi yang mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda.
b.    Orang-orang tersebut mempunyai kemampuan untuk berpartisipasi dalam melakukan transaksi jual beli baik itu sebagi penjual maupun sebagai pembeli.

2.5.1  Unsur-unsur pemasaran

A.   Segmentasi Pasar
            Adalah upaya mengelompokkan konsumen yang mempunyai tanggapan berupa karakteristik, kebutuhan ataupun keinginan yang relatif sama terhadap stimulus pemasaran. Segmentasi pasar berguna untuk mengenal pasar dari produk atau jasa yang akan dijual.
B.   Targeting
            Target pasar adalah faktor kritis kesuksesan. Kita harus mengingat akan 5 (lima) hal : terukur, dapat dicapai, realistis, terbatasi waktu, dan masuk akal. Target pasar juga mencakup aspek keuangan, seperti perkiraan pendapatan, diskon, dsb. Juga meliputi jumlah barang atau jasa yang terjual, dan pangsa pasar.
C.   Positioning/ Posisi Pasar
            Yang perlu diketahui dalam posisi pasar adalah bagaimana seluk-beluk atau karakteristik produk atau jasa yang akan dijual. Dalam posisi yang manakah produk atau jasa itu dapat menarik minat konsumen atau kalau perlu kita lah yang menciptakan pasar sendiri.
D.   Konsep Pemasaran
  • Perusahan kami menerapkan Konsep Pemasaran Berwawasan Menjual
  • Kami beranggapan bahwa, kami akan susah mendapatkan pelanggan dan pelanggan kami tidak akan membeli produk kami dalam jumlah cukup banyak sehingga kami harus melakukan strategi penjualan yang lebih baik dan gencar melakukan promosi.
E.   Strategi pemasaran perusahaan antara lain :

1.    Mencari sebuah tempat yang strategis, dimana banyak orang yang kita bidik untuk produk yang kita tawarkan sering lewat.
2.    Menampilkan barang-barang yang bisa mengundang atau memancing orang untuk datang dan melihat-lihat barang yang kita tawarkan.
3.    Memberikan suasana yang nyaman kepada pengunjung.
4.    Memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada calon pembeli.
5.    Memberikan garansi kepada barang yang akan kita jual.
6.    Memasang label harga pada semua barang yang akan kita jual.
7.    Memberikan diskon atau potongan harga jika membeli dalam jumlah banyak.
8.    Memberikan diskon khusus kepada pembeli atau pelanggan setia.
9.    Menyediakan fasilitas pembayaran yang lengkap.
10. Menyediakan fasilitas pengantaran barang yang dibeli secara gratis.
Mungkin itu adalah bagian-bagian yang sangat penting dan harus diambil dalam menerapkan strategi pemasaran untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya dan tentunya belum semua dari keseluruhan strategi pemasaran yang ada. Selain sepuluh hal diatas, yang tak kalah pentingnya adalah pemasangan iklan serta pemberian harga yang akan membentuk opini murah. Memberikan label harga pada sebuah barang dengan angka Rp 49.998,00 akan memberikan efek yang lain kepada calon pembeli, dibandingkan memasang label dengan angka Rp 50.000,00 atau bisa juga memasang tulisan besar yang mudah terbaca orang lewat, barang ini mulai harga Rp 40.000an. 

2.6.  Aspek Teknis Dan Teknologis
2.6.1.  Rencana Jangka Pendek, Jangka Menengah dan Jangka Panjang.
1. Rencana Jangka Pendek.
Ø  Melakukan promosi, promosi dilakukan dengan cara menyebarkan selebaran dan memasang spanduk atau menempelkan reklame-reklame di tempat yang ramai dikunjungi orang. 
Ø  mengadakan diskon atau potongan harga untuk jangka waktu 1 bulan pertama pembukaan outlet.
Ø  memberikan souvenir untuk 100 orang pembeli pertama, guna menarik konsumen.
2. Rencana Jangka Menengah.
Ø  Target pendapatan Rp …./tahun
Ø  Promosi berjalan dengan lancar sehingga dapat menaikkan pasar.
Ø  Menciptakan inovasi lain yang menunjang.
3. Rencana Jangka Panjang.
a. Membuka cabang diluar daerah.
b. Perluasan Bangunan
c. penyerapan tenaga kerja
4. Proses Produksi
·         Membuat desain dengan menggunakan teknologi komputer menurut pesanan ataupun membuat inovasi baru.
·         Membuat pola dari hasil desain mengikuti mode dan trend ataupun sesuai pesanan dari konsumen.
·         Proses penyablonan bahan setengah jadi dengan menggunakan cat sablon sesuai pesanan dari konsumen.
·         Penjahitan bahan yang sudah selesai disablon.
·         Melakukan Pengobrasan kepada bahan yang sudah selesai dijahit.
·         Melakukan penjahitan dengan dikerjakan oleh mesin Overdek supaya bahan yang sudah jadi menjadi lebih rapid an kualitasnya lebih kuat tahan lama.
·         Melakukan pengistrikaan kepada bahan yang sudah selesai dijahit.
·         Melakukan pengepakan, supaya pakaian rapid an tetap menarik.
·         Melakukan penyimpanan di gudang jikalau barang belum diambil oleh konsumen.
·         Melakukan pengiriman jika konsumen meminta pesanan untuk dikirimkan.

            Didalam proses produksi ini lah ketelitian yang harus diutamakan karena banyak sekali barang yang diluar dugaan, terkadang ada yang gagal atau tidak layak dipasarkan kepada konsumen. Jadi pegawai di bagian produksi haruslah orang-orang yang mempunyai kemampuan dan keahlian di bidangnya, untuk menghindari resiko yang tidak di inginkan.
2.7.  Aspek Manajemen Operasional
2.7.1. Pihak-pihak yang berkepentingan dan terlibat dengan perusahaan:
1.    Pemilik perusahaan
Ø  Mempunyai daya tahan yang baik dan mampu berkembang dalam berbagai kondisi ekonomi
Ø  Struktur perusahaan yang sehat.
Ø  Pengelolaan perusahaan dilakukan secara professional.

2.     Karyawan
Ø  Gaji dan kesejahtraan yang layak dan memadai.
Ø  Terjaminnya keselamatan kerja.
Ø  Terjaminnya kesejahtraan social, kesehatan dan hari tua.
Ø  Pendidikan dan pelatihan yang baik.
Ø  Terbukaanya kesempatan pengembangan karier.
Ø  Suasana keja yang menyenangkan.
Ø  Hubungan tenaga kerja yang baik.

3.    Pemasaran
Ø  Kesinambungan pasokan sesuai kebutuhan pasar.
Ø  Tingkat laba yang cukup
Ø  Penyedehanaan prosedur pembelian, dan kemudahan cara pembayaran.
Ø  Mutu baik dan harga murah.
Ø  Hubungan dagang yang saling menguntungkan.
2.7.2  Biaya Operasional
Ø  Gaji karyawan                                  : UMR Rp 650.000
Ø  Pemberian insentif                         : 1x gaji
Ø  Biaya lembur                                   : Per minggu Rp 100.000

Dalam hal gaji, kami menerapkan gaji di atas UMR, dengan perincian sebagai berikut:
1.    Manager                                      : Rp 1.200.000/bulan
2.    Bagian Produksi                        : Rp 1.000.000/bulan
3.    Bagian Pemasaran                   : Rp 1.000.000/bulan
4.    Kasir                                             : Rp 700.000/bulan
5.    Penjahit                                       : Rp 700.000/bulan
6.    Penyablon                                  : Rp 700.000/bulan
7.    Pengobras                                  : Rp 650.000/bulan
8.    Pengoverdeck                            : Rp 650.000/bulan
9.    Bordel                                          : Rp 650.000/bulan
10. Pengepakan                               : Rp 650.000/bulan
Gaji tersebut diluar tunjangan prestasi, THR, dan asuransi kecelakaan. Hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan semangat serta loyalitas pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya.
BAB III
PENUTUP

3.1.        Kesimpulan
Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba sebesar-besarnya. Secara historis, bisnis berasal dari kata business yang berasal dari kata dasar busy yang berarti “sibuk”. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.  Dalam ekonomi kapatalis, kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya.
Secara Etimologi, bisnis adalah keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Secara luas, bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang ( organisasi) yang menciptakan nilai melalui penciptaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan keuntungan yang maksimum melalui transakasi. Ada beberapa definisi bisnis dari beberapa tokoh diantaranya :
Dari analisis diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa menjalankan suatu bisnis itu tidak mudah kita harus memahami apa saja komponen-komponen yang ada di dalam bisnis.  Sehingga, kita  tidak mengalami kerugian atau gulung  tikar dari usaha yang kita jalankan. Misalnya,  Bisnis industri garmen merupakan salah satu bisnis yang paling laris saat ini, banyak orang- orang yang memerlukan fashion atau model pakaian yang kualitas bagus dan terjangkau harganya.  Dengan demikian, industri garmen seperti inilah yang menjadi solusi bagi masyarakat menengah ke bawah.

DAFTAR PUSTAKA

Ø  Widyatmini. 1996. Diktat Pengantar Bisnis. Gunadarma : Jakarta.
Ø  DH Basu Swastha DR. 1998. Pengantar Bisnis Modern. Liberty : Yogyakarta.
Ø  Solihin Ismail. 2006 . Pengantar Bisnis. Prenada Media : Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar